Di hadapanMu
Di hadapanMu
tentu aku tak lebih dari seorang pezina
menyelingkuhi malam-malam yang sepi
bermain-main dengan jemari imaji
Atau mungkin aku tak lebih dari seorang munafik
menulikan hati yang terus berbisik
atas jutaan kebohongan tak terusik
DihadapanMu
hanya di hadapanMu
aku memaklumatkan kekalahan ini
kelelahan telah lama jadi batu
aku menyerah, cabut saja jika Kau mau
atau beri aku jutaan kesempatan lagi...

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home