Sekali lagi, maafkan..
aku telah memilih menjadi debu di penghujung malam
jauh dari kerlap gemintang seperti yang kau inginkan
maka, anggap saja aku sebagai pecundang
karena akhirnya aku hanya berkeliaran di jalan-jalan
memulung makna dari puing-puing kekalahan
maafkan, aku tak memahami jargon-jargon cintamu
kehidupan buatku hanya sebuah aksioma sederhana
tak perlu filsafat atau putar-putar logika:jalani saja dengan hati yang jujur dan penuh
sekali lagi, maafkan
aku tak sanggup memberimu kegagahan
bekasi, 27 oktober 2005
-dari bang Misbach-

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home