Aku -puisi 33-
aku hanyalah seorang pencari yang tersesat dalam rimba tanya, yang tengah belajar mengubah kekalahan menjadi nyanyian cinta. karenanya, maafkanlah jika mimpimu terusik oleh rayuan angin yang sengaja kuundang pada sebuah upacara di ceruk waktu yang tak tercatat dalam detak jam dan angka kalender di dinding kamarmu.
aku hanyalah pecundang yang keras kepala, membantah kenyataan dan logika, menyelingkuhi mimpi dan imaji, dan membikin riak pada segelas kopi yang hendak kau teguk sore ini
maafkan karena diam-diam kau telah menjadi bagian dari pertarungan dan pertaruhanku: aku tengah belajar mencintaimu.
bekasi, 22 februari 2006
-Dari Bang Misbach-

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home